Jumat, 04 September 2015

Strategi Pendidikan




 Strategi Pendidikan
sumber: http://goo.gl/B1j0vR


Strategi pendidikan merupakan hal yang perlu dipikirkan matang-matang oleh para pemimpin bangsa. Jangan sampai pendidikan hanya bisa dinikmati segelintir orang dan menjadi barang yang langka. Pendidikan hari ini menjadi barang mewah yang hanya bisa dibeli orang-orang kaya, adalah ungkapan yang sering kita dengar dari para pedagang kecil dan orang-orang yang melihat sekolah sebagai momok menakutkan yang akan menghabiskan banyak biaya dan akan menyengsarakan dikemudian hari. Untuk membeli makan saja susah, apalagi untuk membiayai pendidikan yang begitu mahal. Ungkapan-ungkapan pesimistis ini lahir karena melihat kondisi yang semakin sulit. Orang-orang kecil di luar sana tidak lagi memikirkan hal lain selain untuk bisa bertahan hidup di tengah kondisi perekonomian yang semakin sulit. Bayangkan saja jika dalam satu kelurahan, tiap kepala keluarganya berpikiran seperti ini, maka saya yakin seyakin-yakinnya dalam waktu singkat mereka akan tergilas oleh pesatnya perkembangan zaman. Satu kelurahan tersebut akan tertinggal jauh dengan sekitarnya. Kita memerlukan strategi untuk menyebarkan virus positif yang bernama pendidikan ini hingga ke pelosok nusantara tanpa terkecuali.

Pendidikan adalah modal untuk membiayai kebutuhan kita akan ilmu dan tantangan kehidupan. Oleh karenanya menjadi mutlak untuk punya strategi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi syarat mutlak kesejahteraan bangsa. Ini penting, karena dengan mempunyai strategi ini pendidikan bisa mengubah cara pandang orang-orang tentang pendidikan yang bisa dijangkau semua kalangan. Pendidikan bukan hanya untuk orang berduit. Pendidikan untuk kita.

Strategi pendidikan dapat digunakan dalam meningkatkan mutu pendidikan, karena merupakan faktor yang penting yang perlu disoroti jika pemerintah maupun swasta ingin secara serius meningkatkan mutu pendidikan nasional. Seperti halnya bisnis beberapa analisis seperti SWOT, SOAR, dan PRA adalah beberapa teknik agar kita dapat menganalisa perencanaan yang baik untuk membuat sebuah usaha. Begitu juga dalam hal pendidikan kita perlu menerapkan strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. 

Ada lima hal yang mesti ditingkatkan untuk menjamin mutu pendidikan melalui strategi pendidikan yang baik, yakni:
Strategi pendidikan yang pertama yakni, Peningkatan Tata Kelola dan Manajemen Pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menetapkan sebuah sistem untuk menjamin SDM yang ditempatkan untuk tata kelola dan manajemen pendidikan di tingkat nasional, provinsi, hingga sekolah mempunyai orang-orang dengan kapabilitas yang terjamin mutunya. Karena dengan menempatkan orang-orang hebat maka secara otomatis pula akan memperbaiki sistem tata kelola dan manajemen pendidikannya. Sebaiknya perekrutan dimulai pada akar rumput, seperti yang selalu dikatakan oleh bapak Anies Baswedan. Dilakukan melalui perekrutan semenjak mereka mendaftar ke universitas terbaik, lalu dipantau selama kuliah hingga lulus barulah ditentukan dari jutaan lulusan dipilih sepuluh lulusan terbaik. Dengan metode seperti ini saya yakin beberapa tahun ke depan kita akan memiliki SDM dengan kualifikasi terbaik yang dihasilkan di dalam negeri sendiri. 

Strategi pendidikan yang kedua yakni, Peningkatan Pelayanan Guru. Begitu juga dengan guru-guru kita, kita butuh semacam lembaga untuk menguji tingkat kompetensi guru yang bisa menyeragamkan dan bukan saja untuk sekedar menguji tapi juga bisa melatih guru-guru agar lebih baik lagi, dan mengawasi kinerja guru. Karena jaminan sebuah pendidikan yang berkualitas adalah gurunya juga berkualitas. Metodenya yakni pemilihan calon-calon mahasiswa keguruan adalah harus lulusan terbaik sekolah mereka, setelah itu dipantau hingga mereka lulus kuliah dan berikan jaminan kesejahteraan yang cukup sebagai upah dari kerja keras para guru oemar bakri.

Strategi pendidikan yang ketiga yakni, Peningkatan Pelayanan Siswa. Negara harus menjamin semua anak Indonesia bisa sekolah, tanpa harus memilah dan memilih dari latar belakang mereka. Bagi saya sendiri, tidak ada anak yang malas, tidak ada anak yang nakal, tidak ada anak yang bodoh. Semua anak sama. Mereka adalah kertas putih yang menunggu kita torehkan tinta emaskah, putihkah, hitamkah, atau warna apapun sekehendak hati kita. Sederhananya adalah jika dalam satu kelurahan terdapat seribu kepala keluarga maka wajib hukumya ada sepuluh sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di kelurahan tersebut baik itu swasta ataupun negeri. Sebagai jaminan agar tiap anak bisa bersekolah. 

Strategi pendidikan yang keempat yakni, Pelayanan prasarana dan sarana. Peningkatan prasarana dan sarana juga penting, karena elemen ini adalah salah satu penunjang agar pendidikan bisa berjalan dengan baik, nyaman, dan ramah untuk semua kalangan. Pemerintah dalam mewujudkan dan mengatur hal tersebut melalui PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 1 ayat (8) mengemukakan standar sarana dan prasarana adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat olah raga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berekreasi dan berkreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Jika pemerintah belum bisa mengalokasikan amanat undang-undang seharusnya sekolah diberikan kewenangan untuk mencari bantuan dari luar selain harus membebankannya ke siswa dan orang tua siswa. Semata-mata agar terpenuhinya pelayanan prasarana dan sarana yang baik.

Strategi pendidikan yang kelima yakni, Peningkatan Prestasi Pendidikan. Peningkatan prestasi pendidikan semata-mata bukan hanya dengan melihat semua nilai seorang anak itu mendapat angka 9 atau 10 pada semua mata pelajaran. Seorang guru yang baik akan membuat para muridnya duduk dan mendengarkan apa yang diucapkan sang guru, seorang guru yang pintar akan membuat para muridnya lulus ujian, dan seorang guru yang cerdas akan mengembangkan potensi anak sesuai dengan bakat dan kemauan sang anak. 

Strategi yang keenam yakni, Integrasi Sistem Informasi Pendidikan. Dengan terintegrasinya sistem informasi pendidikan akan membuat semua aktifitas pendidikan itu sendiri berjalan cepat dan mudah diakses, sehingga kendala dan kebutuhan apapun yang menunjang jalannya pendidikan dapat cepat terselesaikan dan tersedia. Sehingga pada akhirnya semua kekurangan yang selama ini sulit dan lambat ditangani bisa menjadi kunci suksesnya pendidikan nasional yang merata tanpa ada kendala yang berarti. 

Semoga bermanfaat tulisan tentang strategi pendidikan kali ini. Jika bermanfaat tolong sebarkan ya. Terima kasih. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar