Ice breaking berguna untuk mencairkan suasana yang terlihat
terlalu kaku atau terlalu serius ketika dalam ruangan atau di luar ruangan,
terutama digunakan ketika seminar atau pelatihan. Ice breaking menjadi hal yang penting karena tanpa ice breaking sebuah pelatihan atau seminar menjadi
terlihat begitu kaku dan datar. Paparan si pemateri menjadi membosankan selama
berjam-jam padahal secara psikis seseorang akan menjadi bosan dan cepat ngantuk
ketika selama pelatihan hanya disajikan penjelasan materi selama
berjam-jam.
Ice
breaking merupakan sebuah
metode gabungan dari permainan dan pembelajaran yang menyenangkan. Ice breaking sudah mulai diadaptasi agar
bisa digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Adanya hal ini akan mendukung
pembelajaran dan wajah pendidikan ke arah yang lebih baik lagi.
Ice
breaking banyak
bentuknya, mulai dari permainan di tempat duduk, secara berdiri, ataupun
permainan yang menuntut banyak gerak dalam ruangan atau di luar ruangan. Orang
yang memandu ice breaking biasa
disebut dengan icebreaker. Seorang icebreaker yang handal akan melihat
kondisi ruangan, usia peserta, dan materi yang sesuai dengan seminar yang
sedang diadakan. Lalu ada juga yang kita kenal sebagai games master, seorang games
master mampu membuat berbagai macam gamesnya
sendiri dan memodifikasinya sesuai tuntutan pelatihan. Games master biasa dipakai ketika outbound, seorang games
master akan memandu outbound dari
awal perkenalan hingga akhir permainan outbound.
Ice breaking
menurut bentuknya:
Ice
breaking menurut
bentuknya dibagi menjadi tiga bentuk, yang pertama ice breaking di tempat duduk, ini bisa dimodifikasi sedemikian rupa
bergantung kepada seorang icebreaker
atau games master yang mengarahkan.
Contoh ice breaking di tempat duduk
yakni: say hello-hai, tepuk semangat,
tepuk tujuh, tepuk gila, kerajaan lawan, dll.
Kedua, ice
breaking dengan berdiri. Ice breaking
yang bisa dipakai ketika berdiri juga banyak, kita hanya perlu mengubah dan
memodifikasinya. Say hello-hai, tepuk
semangat, bos berkata, bapa-ibu, goyang trek-jeng, balonku, naik ke puncak
gunung, dll.
Ketiga, ice breaking dinamis. Ice breaking ini membutuhkan tempat yang
agak luas karena akan memakai ruang yang lebih dibanding ice breaking lainnya. Contohnya adalah permainan werdower, lampu
merah, nyiur melambai, capcipcup, rantai problem
solve, opposite, dll.
Dalam dunia pendidikan, ice breaking bisa digunakan yakni
memadukannya dengan mata pelajaran yang sesuai. Memadukannya dengan mata
pelajaran semata-mata untuk memodifikasi cara atau metode pengajaran agar lebih
disukai dan terlihat menyenangkan bagi para siswa. Metode pengajaran yang baik
adalah yang disukai oleh siswa, dengan memberikan metode pengajaran yang
menyenangkan maka pendidikan akan menjadi prioritas bagi para siswa tanpa harus
susah payah menyediakan fasilitas yang mewah dan serba digital. Banyak sekolah di negara maju seperti Eropa dan Asia
memilih untuk menyediakan guru, materi, dan metode pendidikan yang berkualitas
terlebih dahulu bagi siswa untuk mendorong kualitas pendidikan mereka. Jika
kita lihat negara seperti Finlandia, Jepang, Jerman, Canada, dan sebagainya
maka kita akan lihat kesuksesan pendidikan mereka terletak pada guru, materi,
dan metode yang bermanfaat bagi anak didik. Artinya pendidikan bukan lagi
sekedar alat agar para siswa dapat lulus ujian atau sekolah melainkan agar para
siswa mampu mengaplikasikan apa yang mereka dapat dari sekolah, berguna dan
bermanfaat bagi kehidupan mereka.
Sederhananya, semoga dengan ice breaking yang beragam bisa
meningkatkan tata cara mengajar guru di sekolah, dengan begitu anak-anak akan
lebih bersemangat untuk mendapatkan pelajaran berikutnya. Pendidikan yang
menyenangkan untuk generasi Indonesia yang lebih kreatif, cerdas, berguna, dan madani.
Lihat videonya di youtube:
Lihat videonya di youtube:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar